Diplomasi Ekonomi Indonesia dengan Qatar

Indonesia masih menempatkan US dan Eropa Barat sebagai mitra tradisional kerjasama perdagangan dan investasi, dan belum menempatkan Timur Tengah khususnya Arab Saudi dan Qatar sebagai prioritas, walaupun hubungan dengan kedua negara tersebut sudah berlangsung sejak lama khususnya faktor agama Islam. Kedua negara tersebut memiliki posisi kuat baik secara ekonomi dan politik di Timur Tengah. 

Hubungan Indonesia dengan Qatar secara resmi dibangun pada 1976. Kedua negara ini juga berpenduduk mayoritas muslim. Walaupun luas negaranya kecil, tetapi ekonomi Qatar terus semakin meningkat.  Sementara dengan Qatar hubungan kerjasama Indonesia terutama berfokus pada TKI terutama tenaga ahli Indonesia (profesional/skillful worker) di sektor migas, perdagangan dan investasi sumber daya. 

Dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, yakni kerjasama perdagangan dan investasi Malaysia, Singapura dan Thailand, tiga negara di ASEAN tersebut melampaui Indonesia dengan kedua negara Timur Tengah tersebut. Performa hubungan kerjasama investasi dan perdagangan Indonesia memang memprihatinkan dibandingkan ketiga negara di ASEAN tersebut. Indonesia masih gagal mengidentifikasi peluang dengan kedua negara yang memiliki daya beli dan kemampuan ekonomi yan memiliki income tertinggi di dunia tersebut. Defisit perdagangan migas dan non-migas antara Indonesia dengan Arab Saudi mencapai 60%, sedangkan defisit perdagangan Indonesia dengan Qatar mencapai 87,9%. 

Indonesia untuk ke depan khususnya harus lebih banyak memprioritaskan kerjasama investasi dengan kedua negara Timur Tengah tersebut khususnya di bidang energi terbarukan dan solusi iklim. Hal tersebut karena kedua negara tersebut sedang berjuang untuk mengurangi ketergantungan ekonominya pada sektor migas.Qatar saat ini ekonominya bergantung pada sektor migas 51% dengan membuat visi 2030 (QNV = Qatar National Vision) dengan mengembangkan sektor non-migas, seperti jasa, pariwisata dan keuangan sehingga menurunkan ketergantungan pada sektor migas, dan mengejar keberhasilan UAE yang hanya 34%.

Comments